Motivasi Belajar Berprestasi
Prestasi merupakan ukuran keberhasilan seseorang, termasuk
dalam dunia sekolah. Berprestasi berarti memiliki banyak prestasi. Motivasi adalah
hal yang menentukan dalam meningkatkan prestasi siswa di sekolah. Motivasi akan
meningkatkan kualitas belajar siswa sehingga meningkatkan prestasi dan
membentuk siswa berprestasi.
Spirit Dakwah Indonesia (SPIDI) merupakan organisasi sisial
non profit yang membantu perkembangan mental psikologi untuk terus bersemangat
mencapai cita-cita karir dan kualitas diri dalam berbagai kegiatan yang
meliputi: Dakwah goes to campus, Pelatihan di Lembaga Sekolah (SD/SMP/SMA), Pengasuhan
ana-anak berkebutuhan khusus, TPQ untuk anak-anak SLB, dan Pendidikan Anak Luar
Sekolah.
Siapa spidi ?
Spirit Dakwah Indonesia (SPIDI) digagas dan dibentuk oleh
tiga serangkai yang berkutat di bidang pendidikan. Ketiganya akrap dipanggil
“Trio SSY” yang terdiri dari Mochammad Sinung Restendy, M.Pd.I; Ahmad
Nur Santo, M.Pd.I; dan Yopi Median Saputra, S.Pd.I. Organisasi
ini awal mulanya bergerak di kota kelahirannya yakni Kabupaten Tulungagung dan
seiring dengan pengembangan manajemen ditargetkan merambah sampai kota-kota
sekitarnya dan sampai ke kota-kota besar di Indonesia. SPIDI dibentuk April 2014,
tepatnya tanggal 1 April 2014.
Apa manfaat spidi ?
Spirit Dakwah Indonesia (SPIDI) dibentuk sebagai salah satu
solusi dalam membantu menyelesaikan permasalahan bangsa yakni spiritual dan
karakter serta mental anak bangsa yang sedang digerus oleh arus globalisasi.
SPIDI menyadari bahwa salah satu komponen yang menentukan
kemajuan bangsa ada di tangan pemudanya. Keadaan pemuda adalah gambaran situasi
bangsa di masa mendatang. Kemerosotan mental spiritual dan moralitas pemuda
adalah sekaligus jalan menuju kehancuran suatu bangsa bahkan keruntuhan
peradaban. Sebaliknya, pembinaan karakter pemuda adalah jalan untuk kebangkitan
suatu bangsa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini pemuda bangsa ini
sedang dalam masa penuh kebimbangan. Ketidak mapanan pemerintah dalam mengelola
negara ditunjang kebutuhan hidup yang makin tinggi serta persaingan individu
yang semakin ketat ditunjang derasnya arus globalisasi adalah sedikit diantara
banyak hal yang menyebabkan pemuda menjadi kehilangan “ruh” peradaban luhur
yang telah turun-temurun diwariskan oleh generasi terdahulu tentang kepribadian
bangsa Indonesia yang luhur. Degradasi moral menimpa mayoritas generasi muda
saat ini. Pergaulan bebas, narkoba, seks bebas, pornografi, miras, tawuran dan
separatisme menjangkiti generasi muda bangsa ini. Memang tidak semua anak
bangsa yang mengalami hal itu, tetapi boleh dibilang mayoritas pemuda sedang
dalam masa yang mengkhawatirkan. Masih banyak pula di kalangan pemuda yang
berprestasi di tingakt regional bahkan internasional dan masih banyak pula
generasi muda yang peduli bangsanya dan kemudia bergerak untuk menyelamatkan
generasi sesamanya.
Atas dasar itulah, SPIDI dibentuk sebagai salah satu solusi
permasalahan bangsa ini juga sebagai wadah dalam kepedulian terhadap situasi
dan kondisi yang sedang melemahkan bangsa ini.
Untuk siapa spidi ?
Dalam KBBI, Spirit berarti: Jiwa, Sukma, Roh,
dan Semangat. Spirit erat kaitannya dengan spiritual yakni sesuatu yang
berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin). Dakwah
berarti penyiaran; penyiaran agama dan pengembangannnya di kalangan masyarakat;
seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama. Indonesia
berarti nama negara kepulauan di Asia Tenggara yang terletan di antara
benua Asia dan Australia juga berarti sebuah bangsa, budaya dan bahasa yang ada
di negara Indonesia.
Dari pengertian tersebut, Spirit Dakwah Indonesia (SPIDI)
adalah suatu gerakan yang dijiwai oleh semangat berdakwah yakni menyampaikan
ajaran agama dan kebaikan dengan santun dan beretika sesuai dengan budaya
bangsa Indonesia yang berkarakter. Ruang Lingkup SPIDI adalah pendidikan mental
dan spiritual yang disebut dengan EMAS (Education Mental and Spiritual)
melalui serangkaian kegiatan dan pelatihan sebagai salah satu metode dalam
mendakwahkan kebaikan yang dijiwai semangat keagaamaan di lingkungan masyarakat
Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi: Dakwah goes to campus, Pelatihan di
Lembaga Sekolah (SD/SMP/SMA), Pengasuhan ana-anak berkebutuhan khusus, TPQ
untuk anak-anak SLB, dan Pendidikan Anak Luar Sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar